•Juli 16, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

timorSejarah Papua menjadi NKRI

Latar belakang  sejarah menyatakan bahwa pada tahun 1949 Belanda menyerahkan Irian Barat /West New Guine sebagai wilayah Indonesia. Perlu digaris bawahi bahwa Belanda merekomendasikan, agar Irian Barat diserahkan ke RI atas dasar penentuan hak rakyat Irian Barat. Tahun 1953, Indonesia dibawah pimpinan Perdana Menteri Ali Sastroamijoya dan Perdana Menteri Harahap di tahun 1956, melakukan diplomasi internasional dengan PBB. Persidangan yang berlangsung di PBB dengan agenda tentang Irian Barat tidak mencapai 2/3 suara mendukung RI, 41 negara setuju dan 29 negara tidak setuju termasuk Australia dan 11 negara abstain, termasuk Amerika. Persoalan ini akhirnya dilanjutkan oleh Presiden Soekarno dengan membentuk komando pembebasan Irian Barat, dengan panglima Mayjen Soeharto. Hal ini akhirnya menyebabkan PBB turun tangan membentuk UNTEA (United Temporary Exekutive Authority) yang mengawasi pendapat rakyat (Pepera) Irian Barat. Tanggal 1 Mei 1963, atas kehendak rakyat Irian barat saat itu resmi menjadi bagian Negara RI.

Sumber Konflik

Pemerintahan Orde Baru yang sangat otoriter melakukan penangganan persoalan Papua dengan cara militer, seperti kasus kekerasan yang dilakukan oleh militer terhadap Rakyat Papua dan penangganan tidak transparan terhadap kematian tokoh Papua Theys Eluai. Solusi penangganan secara militer yang dilakukan oleh Orde Baru, menyebabkan kelompok-kelompok masyarakat suku banyak yang bergabung dengan kelompok Pemberontak saat itu yang dikenal OPM (operasi Papua Merderka). Kefokusan solusi secara militer menyebabkan bidang pembangunan sosial dan kesejahteraan masyarakat terlupakan, sehingga menyebabkan rakyat Papua menjadi anak tiri atau sangat terbelakang, jika dibandingkan dengan propinsi lain yang ada di Indonesia. Hal ini akhirnya menyebabkan respon rakyat Papua terhadap OPM sangat besar.

Solusi Konflik Papua

Pasca kejatuhan Orde Baru tahun 1998, terjadi perubahan kebijakan yang mendukung rakyat Papua, seperti pada saat Pimpinan Presiden Abdulrahman Wahid atau dikenal Gusdur, menganti nama Irian Jaya Menjadi Propinsi Papua. Kemudian dilanjutkan oleh Presiden Megawati Soekarno Putri dengan mengeluarkan UU Otonomi Khusus Propinsi Papua nomor 21 tahun 2001. Perubahan nama Irian jaya Menjadi Papua serta pemberian otonomi Khusus, membuat masyarakat Papua sangat terhibur. Sejak pemerintahan SBY-JK anggaran pendapat belanja daerah Papua di tingkatkan. peningkatan anggaran belanja Daerah memberikan respon yang begitu besar terhadap pemerintahan daerah dalam melakukan pembangunan, seperti yang dilakukan Gubernur Papua Bernabas Suebu dengan kebijakannya memberikan dana langsung ke kampung-kampung dengan total dana 200 – 300 juta perkampung. Solusi yang dilakukan pemerintahan dimasa reformasi sangat memberikan andil bagi pembangunan kesejahteraan rakyat Papua itu sendiri. Proses solusi yang dilakukan mengakibatkan ruang gerak dari pada OPM semakin sempit, karena respon masyarakat mulai melihat kerja-kerja yang dilakukan pemerintahan sekarang.

Permasalahan sekarang

Kemudahan-kemudahan yang diberikan oleh pemerintahan Pusat, menyebabkan biokrasi daerah menjadi manja dan lebih banyak melakukan tugas keluar kota, seperti perjalanan dinas yang dilakukan oleh pejabat-pejabat daerah ke Jakarta. Mengapa terjadi demikian? Karena tingkat pendidikan yang masih rendah dan kondisi geogarafi wilayah yang berat. Persoalan tersebut mengakibatkan OPM menjalin kerja sama dengan rakyat Papua bisa terjalin. Persoalan lain disebabkan ada kampung-kampung lain yang belum tersentuh pembangunannya memberikan respon pada gerakan OPM. Melihat persoalan yang terjadi di Timika, menjadi satu pertanyaan bagi kita semua, mengapa ada penembakan? Oleh sebab itu menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintahan yang akan datang.

Solusi masa depan

Melihat permasalahan yang terjadi, maka perlu sikap tegas dari pemerintahan pusat terhadap pejabat daerah yang lebih mementingkan perjalanan dinas ke Jakarta. Peningkatan pembangunan infrastruktur, misalnya pembangunan jalan lintas kabupaten maupun lintas propinsi  di papua. Pemerintah pusat bekerja sama dengan pemerintah daerah melakukan pembangunan kesejahteraan yang berbasis kesukuan yang ada di Papua, sehingga kesejahteraan terbagi merata di seluruh Papua. Jika ketiga hal ini dapat dilakukan dengan baik oleh pemerintahan yang akan datang, maka dampaknya OPM akan sulit menjalin kerja sama dengan rakyat papua untuk melakukan pemberontakan terhadap Negara kesatuan Republik Indonesia. Belajar dari pengalaman Timor Leste karena respon rakyat besar terhadap perjuangan Fretelin, dan rakyat yang respon pada perjuangan Fretelin menjadi Klandisten atau agen agen Fretelin yang hidup dimasyarakat baik di desa maupun dikota. Pekerjaan rumah tentang persoalan yang terjadi di Timika menjadi tanggung jawab kita sebagai warga Negara Indonesia, agar rumah kesatuan Negara Republik Indonesia tetap utuh. Harapan bagi pemerintahan yang akan datang, agar lebih fokus pada pembangunan kesejahteraan masyarakat Papua dan peningkatan pendidikan yang merata serta pembangunan sarana transportasi lintas kabupaten di wilayah Papua seluruhnya.

Timor Mauruan

Divisi Politik dan Demokrasi

yayasan Kekal Indonesia

Terpesona Gadis Desa

•Juli 16, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

Semenjak aku berangkat KKN di desa slamet, sebuah desa yang terletak dibawah kaki gunung slamet. Desa slamet adalah sebuah desa yang masih tergantung pada kehidupan alam dengan suasana kehidupan masyarakat yang masih tradisional, yang selalu menjaga tata krama hidup yang sangat tinggi. Desa yang dikelilingi banyak pohon pohon hijau dan rumpun bambu serta terdengar bunyi gemericik air terjun yang sangat jernih, membuatku terasa seperti memiliki dunia.  Tanpa sadar, ada tegur sapa dari seorang ibu dan anak gadisnya kepadaku! Permisi mas? Jawabku silahkan bu, Lalu kumemberikan kesempatan kepada mereka untuk lewat depanku. Terpesona aku dibuatnya ternyata seorang gadis yang jalan bersama ibu tadi, sangat ramah, cantik dan sopan lagi. Tatapanku memandang mereka sampai jauh di ujung, akan tetapi membuatku bertanya-tanya seorang diri, siapakah si ibu dan anak gadis itu? Jawabannya ada pada goyangan rumpum bambu. Timbul niatku untuk mencari tahu dimanakah dia tinggal? KKN ini menjadi tujuan untuk mencari tahu siapa ibu dan gadis itu?

Seminggu setelah tinggal di desa slamet, aku mendengar sayup sayup sekelompok muda mudi desa menuju mesjid untuk pengajian, timbul niatku ikut pengajian, karena dengan mengikut pengajian kampung, saya akan lebih mendekatkan diri pada kehidupan masyarakat desa. Saat pengajian sedang berlangsung, tatapanku tak bisa lepas dari seorang gadis yang ada di pojok sana, lalu timbul perasaanku untuk berkenalan dengan dia. Apa yang terjadi dengan diriku sehingga membuatku jadi gagap dan gugup untuk berkenalan dengan gadis itu..tapi karena perasaan gadis itu semakin kuat yang melekat di diriku, makanya aku harus bisa berkenalan dengan gadis tersebut. Assalamualaikum, sambil tersipu malu-malu gadis itu menjawab Wa alaikum salam. Lalu kumenyodorkan tanganku dan berkata Randy, gadis itupun membalas dan berjabat tangan dan berkata Rianti namanya. Kesunyian kampung slamet menjadi saksi yang tenang dan diam serta bulan pun mendukung perkenalan kami yang sepintas……….

Tak terasa waktu berlalu…..aku tidak sempat mengenal Rianti lebih jauh,,,,,,,tersadar dalam lamunanku dan berkata dalam hati, suatu saat aku akan kembali untuk mengenal Rianti lebih jauh….ternyata pesona alam slamet membuat Randi terpesona oleh alam desa yang indah, dan sesuatu yang tidak bisa terlupakan yaitu seorang gadis desa, Rianti namanya. Pesona alam desa adalah pesona kehidupan etika humanis yang agung….dikelilingi padang pepohonan yang alami yang diberikan oleh Illahi untuk kehidupan manusia. Rianti pun menjadi nilai tersendiri dalam hidupku……

Rianti…..

Suara alam menyertai kecantikanmu….

Biarlah….

Aku merawat, menyirami, dan memupuk..

Agar..

Semakin subur menyirami alam kehidupanmu…

Ketulusanmu akan kubawa pergi…

Cintamu membuat aku kembali….

Timor Mauruan

Timor Mauruan

•Juli 14, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

Picture 340Aku dibesarkan  wilayah perbatasan Timor leste dan Indonesia. ditempat kelahiranku di kota Atambua Kabupaten Belu. merupakan suatu tempat yang bersejarah, mengapa? karena Atambua adalah tempat pengungsi Timor Leste mencari keselamatan di saat terjadi penjajahan kolonialisme Portugis selama hampir 400 tahun dan agresi militer indonesia selama 23 tahun dibawa kepemimpinan Orde Baru. Atam artinya tempat, bua artinya pengungsi. jadi Atambua artinya tempat Pengungsi. saat kecil aku, aku hidup dikelilingi masyarakat suku yang sangat menghormati keluarga besarku. saat itu bapak sebagai camat di kecamatan Haekesak, aku menikmati hidup begitu indah karena dikelilingi hamparan sawah kepunyaan orang tuaku yang sangat luas. kemudahan saya sebagai anak camat saat itu bisa menikmati makanan desa dengan mudah. jika aku menginginkan makan sup ayam kampung, dirumahku sangat banyak ayam kampung dan banyak madu alam yang dikasih oleh masyarakat suku. menjelang sore aku bersama bapakku pergi mengelilingi sawah terus dilanjutkan dengan mandi di mata air yang sangat jernih. semua keindahan itu menjadi sirna disaat tahun 1980-an kampungku diserbu oleh kelompok fretelin yang kelaparan, banyak rumah yang terbakar, dan lumbung padi milik kedua orang tua dibiarkan diambil oleh kelompok fretelin. saat terjadi penyerbuan bapakku sedang tugas di kota atambua, sehingga aku bersyukur pada para babinsa desa dan tentara desa yang melindungi keluargaku sehingga selamat sampai di kota Atambua. semua kepunyaan orang tua entah kemana kabarnya..konon katanya dikelola ama masyarakat sukuku….tapi ga pernah tahu. setelah tinggal di atambua bapakku lansung berangkat kuliah di IIP jakarta. dari bapakku aku mulai mengenal indonesia yang luas dan tanah jawa. sekarang kampung leluhurku telah menjadi negara sendiri dan banyak keluarga besarku disana. akan tetapi salam biti bot antara rakyat Timor Leste dan Timor Barat selalu terjalin dan terjaga lewat hubungan adat.

Terima kasih pemilu tahun 2009

•Juli 14, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

Indonesia di tahun 2009 memasuki beberapa kali pemilu yaitu pemilu legislatif yang dilaksanakan pada tanggal 8 april 2009 dan pemilu presiden tanggal 8 juli 2009.   pemilu yang dilaksanakan dengan waktu pendek merupakan suatu sejarah baru bagi Indonesia. Pemilu kali ini yang menarik adalah pemilu presiden,  karena telah membuka babak baru dalam pendidikan politik Indonesia. Terutama partisipasi rakyat dalam melihat kandidat-kandidat capres/cawapres.  Partisipasi rakyat dalam pilpres merupakan satu langkah politik yang sangat menguntungkan perjalanan bangsa Indonesia kedepan.  Hal ini ditandai dengan kemunculan capres dari Partai Golkar bapak Jusuf Kalla, sebagai ketua umum Golkar yang berasal dari tanah Bugis Sulawesi Selatan. kemunculan Jusuf Kalla sebagai Capres membuka babak baru dalam dunia perpolitikan Indonesia, yang menerobos dimensi demokrasi Indonesia tentang presiden harusnya orang jawa. stigma presiden dari tanah jawa menjadi hilang.  Walaupun bapak Jusuf Kalla kalah dalam pertarungan Pilpres, akan tetapi telah menanamkan pendidikan demokrasi pada rakyat bahwa orang luar jawapun bisa menjadi presiden.  Rakyat semakin sadar bahwa Indonesia bukan hanya jawa mulai terdengar diseluruh pelosok negeri.  kita juga patut berterima kasih kepada Bapak SBY karena telah melakukan etika-etika politik yang bermartabat.  Kemenangan SBY adalah kemenangan Indonesia.  Melihat partisipasi rakyat yang tinggi dalam memilih SBY sebagai Presiden, adalah satu langkah demokrasi indonesia  bahwa rakyat indonesia telah sadar.  partisipasi rakyat bukan lagi melihat siapa figur yang ganteng atau anak tokoh nasional, akan tetapi partisipasi dalam memilih sby karena disebabkan bahwa selama kepemimpinan SBY dari tahun 2004 – 2009 sangat membantu rakyat.  Program-program seperti sekolah gratis, Program PNPM Mandiri, Program Kesejahteraan rakyat, sangat menyentuh kehidupan rakyat.  Persoalan lain adalah etika politik Sby yang sangat santun dan mengikuti mekanisme demokrasi.  Pendidikan poltik yang di dapat dari sby sebagai presiden adalah rakyat akan memilih pemimpin yang peduli pada kehidupan rakyat bukan pada kehidupan elit.  Megawati Soekarno Putri yang merupakan putri prolamator RI adalah kandidat presiden yang berideologi. mengapa? karena pemilih  Mega adalah pemilih tradisional yang melihat Mega karena bapaknya Seorang Pemimpin besar.  Hal ini terbukti dengan pemilu pilpres kemarin pemilih Mega sangat solid.  Kita harus mengakui bahwa program-program yang di usung Mega-Prabowo adalah program pro-rakyat,  akan tetapi rakyat semakin sadar dalam menentukan pilihan.  Periode yang lalu saat Mega jadi presiden, menjadi satu pertanyaan tersendiri bagi rakyat seperti program kongkrit apa yang dilakukan oleh Megawati pada saat menjadi Presiden.  Pemilih yang sadar tidak akan memilih Megawati.  Rakyat butuh pemimpin yang kongkrit yang mau membantu kehidupan rakyat.  pemilu presiden yang baru berlalu merupakan suatu pendidikan politik yang sangat baik bagi rakyat Indonesia.  oleh karena itu perjalanan bangsa ke depan merupakan satu langkah baru bagi pemimpin-pemimpin untuk berlomba-lomba peduli pada kehidupan rakyat jika ingin menjadi pemimpin bangsa.  pemilu 2009 kita patut berterima kasih yang sebesar-besarnya karena  telah memberikan pendidikan politik yang baik bagi kehidupan rakyat indonesia dan melahirkan pemimpin-pemimpin yang peduli rakyat.

Timor Mauruan

Keikhlasan itu adalah PERJUANGAN!!!!!!!!

•Juli 13, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

semenjak kehidupan menerpa sari-sari alam, maka terlihat seorang gadis cantik yang memahami nilai kehidupan terjerit dalam lamunan mimpi. jeritan itu menandakan kesadaran yang menyakitkan, akan tetapi karena ketulusan dan keiklasan. gadis itu hanya diam dan berdoa. ibarat cerita tentang tiga kelompok kupu-kupu. demi menjaga harmonisasi kerukunan hidup antara kupu-kupu kuning dan kupu-kupu hitam dalam menghisap sari madu dalam kelopak bunga.

kupu-kupu jinga tidak bisa menikmati sari madu itu karena dia memberikan kesempatan kebahagian pertama kepada kupu-kupu kuning dan kupu-kupu hitam.
kupu-kupu jinga ini menandakan bahwa seoarang gadis yang berhati mulia yang mengorbankan apa adanya demi kebahagian orang-orang terdekat. jeritan hati dia bertanya sampai kapan harus begini….jawab petuah bijak ” biar mereka menikmati bintangnya seorang gadis yang iklas itu karena tidak akan bertahan lama” karena petuah bijak yakin matahari dan bintangnya sedang menyambut seorang gadis yang tulus iklas itu. perjalanan yang penuh badai bahkan onar dan duri membuat gadis itu semakin matang dan bijak mengarungi kehidupan ini. kadang suatu saat dia bertanya sebenarnya apa yang terjadi dalam kehidupanku….kok kebahagianku selalu dinikmati oleh orang disekitar, sehingga langkah-langkahku kedepan terjatuh dan terjerit sendiri. saat itu ada sebuah cahaya membisikan sesuatu ayo gadis mari bangkit bersama cahaya itu…akhirnya gadis itu berenang dalam badai yang kencang dia menemukan bintang bintang di depan. setelah bintang digapai oleh gadis, muncullah kilasan senyum sang bunda terhadap anak gadis…karena sang bunda selalu mendukung langkah-langkah gadis itu dengan firman surgawi….akhir kata kupu-kupu jinggapun mempunyai kelopak bunga matahari yang dinikmati oleh dia sendiri dengan kedamaian.

Aku Ingin Menulis!!!!!

•Juli 13, 2009 • 2 Komentar

Timor

terbangun dalam perjalanan hidupku. aku melihat begitu banyak realitas kehidupan yang penuh dengan seni-seni kehidupan. terkadang lagu itu terasa enak di dengar, terkadang lagu itu terasa sakit di telinga bahkan sangat mengiris hati. hal ini diakibat karena sang pembuat lagu tidak melihat dunia sekitar kehidupan atau sang pembuat lagu hanya membuat untuk kepentingan keuntungan kelompok. akan tetapi semua itu terlewatkan begitu aja, harusnya aku mulai menulis, karena dengan menulis membuat dunia terasa terbuka untuk kehidupan yang lain bahkan bisa memberikan solidaritas kolektif bagi semua orang yang peduli sesama kehidupan. melihat semua realitas kehidupan ini aku ingin serius menulis, agar aku bisa memperdalam potensi diriku tentang menulis. dalam menulis memang butuh belajar dan kemauan oleh sebab itu aku harus serius menulis agar aku bisa pintar menulis. ibarat pisau kalau di asa terus-menerus lama-kelamaan akan tajam. aku pernah bertanya bagaimana cara menulis yang baik? jawabnya harus ada kemauan dan serius. oleh sebab itu ajakanku marilah kita menulis agar ada kehidupan lain buat mereka yang ingin membaca. aku ingin menulis dengan moto “satu langkah anak bayi” karena dengan satu langkah anak bayi aku ingin potensi hidupku dengan menulis.

salam perjuangan
Merdeka!!!!

Hello world!

•Juli 13, 2009 • 2 Komentar

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!