Timor Mauruan
Aku dibesarkan wilayah perbatasan Timor leste dan Indonesia. ditempat kelahiranku di kota Atambua Kabupaten Belu. merupakan suatu tempat yang bersejarah, mengapa? karena Atambua adalah tempat pengungsi Timor Leste mencari keselamatan di saat terjadi penjajahan kolonialisme Portugis selama hampir 400 tahun dan agresi militer indonesia selama 23 tahun dibawa kepemimpinan Orde Baru. Atam artinya tempat, bua artinya pengungsi. jadi Atambua artinya tempat Pengungsi. saat kecil aku, aku hidup dikelilingi masyarakat suku yang sangat menghormati keluarga besarku. saat itu bapak sebagai camat di kecamatan Haekesak, aku menikmati hidup begitu indah karena dikelilingi hamparan sawah kepunyaan orang tuaku yang sangat luas. kemudahan saya sebagai anak camat saat itu bisa menikmati makanan desa dengan mudah. jika aku menginginkan makan sup ayam kampung, dirumahku sangat banyak ayam kampung dan banyak madu alam yang dikasih oleh masyarakat suku. menjelang sore aku bersama bapakku pergi mengelilingi sawah terus dilanjutkan dengan mandi di mata air yang sangat jernih. semua keindahan itu menjadi sirna disaat tahun 1980-an kampungku diserbu oleh kelompok fretelin yang kelaparan, banyak rumah yang terbakar, dan lumbung padi milik kedua orang tua dibiarkan diambil oleh kelompok fretelin. saat terjadi penyerbuan bapakku sedang tugas di kota atambua, sehingga aku bersyukur pada para babinsa desa dan tentara desa yang melindungi keluargaku sehingga selamat sampai di kota Atambua. semua kepunyaan orang tua entah kemana kabarnya..konon katanya dikelola ama masyarakat sukuku….tapi ga pernah tahu. setelah tinggal di atambua bapakku lansung berangkat kuliah di IIP jakarta. dari bapakku aku mulai mengenal indonesia yang luas dan tanah jawa. sekarang kampung leluhurku telah menjadi negara sendiri dan banyak keluarga besarku disana. akan tetapi salam biti bot antara rakyat Timor Leste dan Timor Barat selalu terjalin dan terjaga lewat hubungan adat.

Tinggalkan Balasan